Dari Pengabdian Menjadi Kenangan
Synopsis
Saya tiba di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, pada siang hari yang teduh. Jalan
menuju desa itu berliku melewati perkebunan dan persawahan yang luas. Rumah-rumah panggung kayu
berdiri berjajar di tepi jalan, sebagian sudah berganti dengan rumah bata sederhana. Suasananya hangat,
penuh sapaan ramah dari warga yang tampak terbiasa menyambut pendatang.
Masyarakat desa hidup sederhana, sebagian besar bekerja sebagai petani, pekebun, dan buruh tambang di
sekitar Loa Kulu. Kehidupan mereka masih sangat menjunjung tinggi kebersamaan. Jika ada warga yang
membangun rumah, tetangga akan datang membantu tanpa pamrih. Malam hari, suara canda bapak-bapak
yang berkumpul di warung kopi menjadi pengiring suasana tenang desa.
Anak-anak di desa ini penuh semangat, meskipun fasilitas pendidikan terbatas. Sekolah dasar ada di tengah
desa, tapi untuk melanjutkan ke SMP atau SMA, mereka harus menempuh perjalanan ke kecamatan atau
bahkan ke Samarinda. Banyak anak-anak yang rajin belajar, tapi ada pula yang lebih sering membantu orang
tua di sawah atau kebun, sehingga terkadang pendidikan formal mereka tersendat. Meski begitu, semangat
mereka untuk terus menuntut ilmu tidak pernah padam.
